Tentang Ekonomi

BPK Auditor Tunggal BI, BI Bobrok tanggung jawab BPK

Oktober 23, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Masalah BLBI
Pemeriksaan BPK Baru Analisis Data

Jakarta, Kompas

Pemeriksaan khusus terhadap bank-bank penerima Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang kini sedang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), baru memasuki tahap penelitian atau analisis data. Meskipun demikian, BPK berharap target pemeriksaan khusus tersebut selesai sesuai jadwal, yaitu Mei mendatang.

Demikian diungkapkan oleh Bambang Wahyudi, salah seorang anggota BPK, yang dicegat Kompas, Kamis (27/4) petang di kantornya. Bambang mengakui selama ini tim BPK mengalami kesulitan dalam pengumpulan data. Khususnya, data dari bank take over (BTO) dan bank dalam likuidasi (BDL).

“Maklum saja, bank-bank itu kan memang sudah tutup. Jadi, berapa dana BLBI yang diterima dan berapa yang digunakan itu yang sekarang ini dicari,” katanya.

Untuk pemeriksaan khusus terhadap neraca Bank Indonesia (BI) per 31 Desember 1999, Bambang mengatakan, saat ini masih berjalan. Tim auditor seluruhnya yang diterjunkan di BTO dan BDL, termasuk yang di BI, berjumlah 120 orang. “Pemeriksaan khusus di BI bertujuan memverifikasi mutasi pos-pos neraca selama periode 17 Mei-31 Desember 1999. Hasilnya nanti berupa audit keseluruhan aspek keuangan (general financial audit),” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, sejak pertengahan Februari lalu, menurut Ketua BPK Satrio B Joedono, 270 auditor dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) atas nama BPK, telah ditugasi DPR dan Menteri Keuangan Bambang Sudibyo untuk memeriksa bank-bank penerima BLBI dan neraca keuangan BI.

Dari jumlah 270 orang auditor tersebut, BPK membagi menjadi tiga tim pemeriksa. Tiga tim itu terbagi-bagi dalam tugas dan kewenangan yang juga berbeda-beda. Jangka waktu penugasan tim ini diperkirakan tiga bulan. Artinya, pada Mei mendatang, BPK sudah dapat menyelesaikan tugasnya.

Satu tim sebagai pemeriksa neraca keuangan BI periode tahun 1999, tim lainnya sebagai pemeriksa kemungkinan penyelewengan BLBI, dan tim yang ketiga sebagai tim pemeriksa untuk due diligence dan re-evaluasi aset-aset BI. (har)

Kategori: Uncategorized

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Tinggalkan sebuah Komentar